Tawarkan 10% Saham ke Publik, BTPN Syariah Bakal Gelar PUPS di Triwulan III-2018

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Februari 2018 - 14:49 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT BTPN Syariah, anak usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), dipastikan bakal melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) pada triwulan ketiga 2018. Dalam PUPS itu, BTPN Syariah akan menawarkan 10% sahamnya kepada publik.

“Untuk pelaksanaan aksi korporasi tersebut, perseroan telah menunjuk Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi. Sedangkan prospektus untuk keperluan PUPS tersebut kini sedang dipersiapkan,” ujar Arief Harris Tanjung, Direktur BTPN, dalam paparan kinerja di Jakarta, Rabu (14/02/2018).

Sementara itu, menurut Anika Faisal, Corporate Secretary BTPN, dana yang diperoleh dari hasil PUPS yang dilakukan BTPN Syariah tersebut akan dgunakan untuk membiayai ekspansi usaha dan peningkatan kinerja perseroan.

“Melalui pelaksanaan PUPS tersebut, tata kelola BTPN Syariah diharapkan dapat menjadi lebih baik lagi. Di samping itu, BTPN Syariah dapat mengakses pasar modal Indonesia lebih dalam lagi, yaitu dengan penerbitan sukuk atau surat utang berbasis syariah,” papar Anika.

Pada 2017, BTPN Syariah meraih laba Rp670 miliar. Itu 22% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi laba pada tahun sebelumnya sekitar Rp549,18 miliar.

Bank bermodal inti Rp2,3 triliun dan tergolong dalam BUKU II tersebut membukukan pembiayaan sebesar Rp6 triliun pada 2017, meningkat 20% dibandingkan dengan realisasi pembiayaan bank tersebut pada 2016 senilai Rp5 triliun.

“Tahun ini, BTPN sebagai pemegang saham pengendali BTPN Syariah akan mendorong peningkatan jangkauan produk Jenius ke syariah. Itu bertujuan agar BTPN Syariah dapat memasarkan berbagai produk digital banking dari induk usahanya,” imbuh Anika. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →