Peningkatan Investasi dan Ekspor Difokuskan untuk Pacu Lonjakan Ekonomi Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Februari 2018 - 14:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pemerintah akan memusatkan perhatiannya untuk mendorong peningkatan investasi dan ekspor agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dapat melonjak. Itu dilakukan dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi global.

 “Langkah tersebut akan diambil pemerintah sebagai upaya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia agar dapat mencapai lebih dari 5%,” ujar Darmin Nasution, Menko Perekonomian, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (14/02/2018).

Darmin mengemukakan, kedua langkah tersebut diambil pemerintah karena Indonesia sudah tidak dapat lagi mengandalkan permintaan dalam negeri saja. Disamping itu, upaya tersebut juga bertujuan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terjebak di kisaran 5-5,5% saja.

“Kami harus memanfaatkan dinamika perkembangan ekonomi saat ini. Investasi dan ekspor negara-negara tetangga kita saat ini tampaknya lebih unggul dari kita. Itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mereka melampaui pertumbuhan ekonomi kita. Padahal beberapa tahun lalu, kita bangga karena pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dibandingkan mereka,” papar Darmin.

Untuk mendukung peningkatan investasi domesik, Pemerintah Indonesia kini telah menerbitkan beberapa kebijakan untuk mempermudah perizinan guna mendukung iklim investasi di Indonesia.

Sedangkan untuk mendukung ekspor, Pemerintah Indonesia akan tetap mengandalkan berbagai pasar ekspor baru dan tetap memusatkan perhatiannya untuk melayani pasar ekspor tradisional.

Untuk mendukung perkembangan investasi, demikian Darmin, Presiden Joko Widodo menekankan pembenahan iklim usaha dan perizinan. Pasca penerapan 16 paket kebijakan ekonomi, banyak hal teknis yang belum tercakup dalam kebijakan tersebut dan itu dirasakan investor belakangan ini.

“Di samping itu, Presiden Joko Widodo juga menyinggung identifikasi dan pembukaan berbagai pasar ekspor baru yang disertai dengan berbagai perjanjian bilateral internasional, yang meliputi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Free Trade Agreements (FTA) dan sebagainya," imbuh Darmin. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →