Incar Peluang dan Nasabah Baru, Pelaku Fintech Mulai Lirik Sistem Syariah

Oleh : Hariyanto | Rabu, 07 Februari 2018 - 22:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sistem syariah mulai dilirik oleh para pelaku finansial teknologi (fintech) atau tekfin guna menyaring peluang baru dan mendapatkan nasabah baru. Hal tersebut karena, selain sistem bagi hasil yang dinilai baik, pangsa pasar syariah juga cukup besar.

Co Founder Pinjam.co.id, Teguh B. Ariwibowo menyatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pengamatan atas sistem syariah yang paling baik.

“Kami sedang finalisasi, sehingga akan terbentuk suatu sistem yang syariah banget. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait sistem syariah ini,” kata Teguh saat Lunch Forum Series  di Hana Lounge Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Hal senada juga disampaikan Head Investment 2 Mandiri Capital, Aldi Adrian Hartanto, menyatakan bahwa sistem syaraiah ini merupakan segmen yang menarik.

“Di Mandiri Capital saat ini memang belum ada. Bukan karena kami tidak tertarik tapi karena masih mencari titik untuk melihat apa yang bisa dilakukan teknologi dalam mengembangkan sistem syariah ini, khususnya untuk lending,” kata Aldi.

Aldi memaparkan, keberadaan fintech memang sangat membantu sistem perbankan. Karena saat ini masyarakat Indonesia dan juga global memiliki akses tak terbatas pada dunia internet melalui smartphone yang mereka miliki.

“Jika kita melihat perbankan yang sudah berusia 100 tahun, kepemilikan bank account hanya 35% dari total populasi. Bandingkan dengan smartphone yang baru booming pada 5 tahun belakangan ini, tapi sudah mampu melakukan 50% penetrasi pasar,” papar Aldi.

Aldi menyampaikan bahwa harapannya fintech akan mampu membantu perbankan untuk menyasar pangsa pasar 65% yang tersisa dengan menggunakan teknologi.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →