Pagi ini, IHSG Dibuka Naik ke Posisi 6.525

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 07 Februari 2018 - 09:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka ke posisi 6.525, menguat 0,7% atau 47 poin pada perdagangan Rabu (07/02/2018) ini dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 6.478.

Pada pukul 09.20 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 6.570, naik 1,41% atau 91 poin. Kenaikan itu ditopang oleh 259 saham yang harganya mengalami peningkatan. Meski demikian, sebanyak 31 saham turun, 67 saham stagnan dan 260 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi di ketiga segmen pasar BEI mencapai Rp1,12 triliun. Itu terdiri dari total nilai transaksi di Pasar Reguler bernilai Rp1,04 triliun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp78,19 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp28,02 juta.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 18,98 juta lot saham, hasil dari 61.833 kali transaksi. Investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp33,05 miliar. Akan tetapi, mereka masih mencatat volume pembelian bersih sebanyak 29.546 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI menghijau di sesi pertama perdagangan pagi ini. Indeks sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi 1,64% atau 31,82 poin ke posisi 1.972. Kemudian diikuti oleh indeks sektor properti dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing terangkat 1,58% dan 1,52%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers pada pagi hari ini adalah UNTR yang harganya naik 4,77% atau Rp1.800 menjadi Rp39.500 per unit, BBNI yang harganya terangkat 4,13% atau Rp375 menjadi Rp9.450 per unit dan LPPF yang harganya meningkat 4% atau Rp400 menjadi Rp10.400 per unit.

Sementara itu, saham LQ45 yang mengalami penurunan hanya BJBR yang harganya susut 1,72% atau Rp40 menjadi Rp2.280 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →