Sore ini, IHSG Ditutup Turun ke Posisi 6.589

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 05 Februari 2018 - 17:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,59% atau 40 poin ke posisi 6.589 pada Senin (05/02/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan kemarin di level 6.628.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.522-6.612. Penurunan IHSG hari ini disebabkan oleh penurunan harga 268 saham, 125 saham naik, 99 saham stagnan dan 122 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Nilai transaksi di ketiga segmen pasar BEI tercatat sebesar Rp7,12 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp6,35 triliun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp767,80 miliar dan di Pasar Tunai sebesar 2 miliar.

Volume perdagangan hari ini mencapai 124,05 juta lot saham, hasil dari 353.925 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih (net selling) senilai Rp657,09 miliar. Akan tetapi mereka masih mencatat volume penjualan bersih sebanyak 6,6 juta lot.

Sebanyak delapan dari sembilan indeks sektoral BEI mengalami penurunan. Indeks sektor industri dasar mengalami penurunan terdalam, yaitu 2,07% atau 15,53 ke posisi 736. Kemudian diikuti oleh indeks sektor aneka industri dan indeks sektor properti yang masing-masing tergerus 1,4% dan 1,3%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah TRAM yang harganya turun 6,71% atau Rp22 menjadi Rp306 per unit, BMTR yang harganya terpangkas 4,79% atau Rp35 menjadi Rp695 per unit dan ANTM yang harganya susut 3,87% atau Rp35 menjadi Rp870 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah ADRO yang harganya naik 2,02% atau Rp50 menjadi Rp2.520 per unit, HMSP yang harganya meningkat 1,87% atau Rp90 menjadi Rp4.890 per unit dan BBRI yang harganya terangkat 1,07% atau Rp40 menjadi Rp3.780 per unit. (Abraham Sihombing)

  •  

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →