Penjualan Lahan Kawasan Industri Karawang Ditargetkan 15 Ha pada Tahun ini

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 03 Februari 2018 - 17:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan akan menjual lahan di Kawasan Industri Karawang seluas 15 hektar (ha) pada 2018, atau enam kali lipat lebih luas dibandingkan dengan realisasi penjualan pada 2017 seluas 2,1 ha.

Kami optimistis, target penjualan lahan tersebut bakal dapat tercapai kendati realisasi penjualan lahan pada tahun lalu jauh lebih kecil, ujar Erlin Budiman, Investor Relation SSIA, baru-baru ini di Jakarta.

Erlin mengemukakan, manajemen SSIA akan menggenjot penjualan lahan Kawasan Industri Karawang pada tahun ini karena perusahaan pengembang properti dan kontraktor tersebut baru dapat meluncurkan Kawasan Industri Subang pada 2019.

Erlin menuturkan, pendapatan yang diperoleh SSIA dari penjualan lahan tersebut akan tergantung dari besarnya harga penjualan lahan per meter persegi. Pada 2017, harga jual rata-rata lahan perseroan di Kawasan Industri Karawang adalah US$147 per meter persegi.

Di samping itu, demikian Erlin,, manajemen SSIA hingga kini masih memusatkan perhatian mereka untuk membangun dua gudang yang sudah memperoleh kontrak penyewaan dari perusahaan multinasional di Makassar, Sulawesi Selatan dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kami belum akan melakukan ekspansi usaha di bidang pergudangan karena belum menemukan calon penyewa. Jika sudah memperoleh kesepakatan dengan para calon penyewa, kami akan kembali mendorong ekspansi bisnis di bidang ini, jelas Erlin.

Kendati demikian, menurut Erlin, bisnis pergudangan ke depan masih berprospek cerah di tengah pertumbuhan bisnis e-Commerce. (Abrahan Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →