Mitra Komunikasi Nusantara akan Gelar PUT Senilai Rp1,2 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 01 Februari 2018 - 17:50 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) berencana menggelar Penawaran Umum Terbatas (PUT), paling lambat pada triwulan ketiga 2018. Dalam PUT tersebut, MKNT akan menerbitkan 2 miliar saham baru disertai 1,75 miliar waran.

“Saham baru tersebut ditawarkan seharga Rp300 per unit dan manajemen perseroan akan melaksanakan aksi korporasi tersebut dengan menggunakan laporan keuangan per Maret 2018,” ujar Ornella Bartin, Corporate Secretary MKNT, baru-baru ini.

Ornella menegaskan, manajemen MKNT berharap dapat meraup dana Rp1-1,2 triliun melalui PUT ini. Dana hasil PUT itu akan digunakan untuk penambahan modal kerja, terutama penambahan modal kerja di berbagai perusahaan yang diakuisisi perseroan tahun lalu.

Ada lima perusahaan yang telah diakuisis perseroan pada tahun lalu, yaitu PT Kioson Komersial Indonesia, Catalyst, Arifindo Mandiri, Kasih Anugerah Kreasi, dan Graha Planet Nusantara.

Sementara itu, kendati tidak menginformasikan mengenai total belanja modal untuk tahun ini, Robby Tan, Direktur MKNT, mengungkapkan, bahwa manajemen MKNT berencana mengakuisisi beberapa perusahaan pada tahun ini.

“Karena itu, total dana belanja modal untuk tahun ini tampaknya akan lebih besar dibandingkan dengan realisasi belanja modal perseroan pada 2017 sebesar Rp80 miliar,” pungkas Robby. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →