Pagi ini, IHSG Dibuka Turun 28 Poin di Posisi 6.547

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 31 Januari 2018 - 09:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada posisi 6.547 di sesi pertama perdagangan Rabu (31/01/2018) pagi ini, lebih rendah 28 poin dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan satu hari sebelumnya di posisi 6.575.

Pada pukul 09.10 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 6.534, turun 0,62% atau 41 poin dibandingkan pada penutupan kemarin. Itu karena 178 saham mengalami penurunan harga, 45 saham harganya meningkat, 95 saham stagnan dan 294 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp927,17 miliar. Itu terdiri dari total nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp469,38 miliar dan di Pasar Negosiasi senilai Rp467,79 miliar.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 6,63 juta lot saham yang merupakan hasil dari 28.787 kali transaksi. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) bernilai Rp35,44 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 13.439 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor pertambangan mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,58% atau 33,1 poin ke posisi 1.969. Kemudian diikuti oleh indeks sektor properti dan indeks sektor konsumer yang masing-masing turun 1% dan 0,55%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada pagi ini adalah MYRX yang harganya tergerus 2,61% atau Rp3 menjadi Rp112 per unit, ADRO yang harganya susut 1,96% atau Rp50 menjadi Rp2.500 per unit dan LPKR yang harganya turun 1,8% atau Rp10 menjadi Rp545 per unit.

Sedangkan saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah PGAS yang harganya terangkat 2,1% atau Rp50 menjadi Rp2.430 per unit, BMTR yang harganya naik Rp1,42% atau Rp10 menjadi Rp715 per unit dan SMGR yang harganya meningkat 1,38% atau Rp150 menjadi Rp11.050 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →