IHSG Hari ini Diprediksi Menguat, Sekaligus Pertahankan Titik Support 6.542

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 31 Januari 2018 - 08:12 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – William Suryawijaya, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, berpendapat, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diperkirakan akan dibayangi oleh aksi wait and see terhadap publikasi data perekonomian domestik yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Tren pergerakan IHSG saat ini masih cenderung naik, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek sehingga peluang untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia mash cukup besar. Akan tetapi pelaku pasar tampaknya bakal menunggu publikasi data perekonomian domestik yang dilakukan BPS,” jelas William di Jakarta, Rabu (31/01/2018).

Disamping itu, demikian William, stabilitas fundamental perekonomian Indonesia saat ini juga masih menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, IHSG hari ini masih berpeluang menguat pada kisaran 6.542-6.713.

William menuturkan, adanya peluang kenaikan indeks pada hari ini, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencermati saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).

“Pelaku pasar juga jangan lupa untuk memantau saham-saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilevel Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI),” imbuh William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →