Buana Finance Dapat Pinjaman Rp300 Miliar dari Bank BTPN

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 30 Januari 2018 - 11:47 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Buana Finance Tbk (BBLD), perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor dan alat berat, memperoleh pinjaman Rp300 miliar dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

“Pinjaman yang berjangka waktu 48 bulan dan dijamin oleh piutang usaha tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan,” ujar Yanuar Alim, Direktur Utama BBLD, di Jakarta, baru-baru ini.

Yanuar mengemukakan, kegiatan usaha perseroan sejak 2017 hingga kini masih difokuskan pada pembiayaan sektor konsumer, terutama pada pembiayaan leasing sepeda motor.

“Itu dilakukan karena hingga kini bisnis penjualan alat berat masih belum stabil menyusul fluktuasi harga komoditas di pasar global,” tukas Yanuar.

Sementara itu, Herman Lesmana, Direktur BBLD, optimistis, pembiayaan sektor alat berat dan kendaraan roda empat pada 2018 ini akan meningkat seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang tampaknya positif.

“Sektor pembiayaan alat berat diprediksi akan membaik pada tahun ini karena adanya peningkatan kebutuhan ekspor batu bara dan nikel. Sektor ini pula lah yang akan memberikan harapan positif bagi perkembangan bisnis pembiayaan mobil,” pungkasnya.

Per September 2017, perseroan membukukan laba komprehensif yang dalat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp57,12 miliar, turun 8,58% dibandingkan pada periode yang sama pada 2016 sebesar Rp62,48 miliar.

Sementara itu, pendapatan konsolidasi perseroan sepanjang Januari-September 2017 sekitar 46,81% menjadi Rp532,02 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp362,38 miliar. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →