Merger BTPN dan Bank Sumitomo Diharapkan Bakal Hasilkan Bank Kategori BUKU IV

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 29 Januari 2018 - 18:18 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Sumitomo Mitsui Indonesia menjadi sebuah bank baru diharapkan bakal menghasilkan bank berkategori BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) IV dengan modal inti sekitar Rp28 triliun.

Demikian diungkapkan, Arief Harris Tandjung, Direktur Keuangan BTPN, di Jakarta, Senin (29/01/2018).

“Modal inti BTPN tahun lalu tercatat sebesar Rp16,8 triliun, sedangkan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia senilai Rp8,6 triliun. Jika terjadi penggabungan usaha, maka modal inti gabungan kedua bank tersebut bisa mencapai Rp28 triliun,” papar Arief.

Arief mengemukakan, kendati proses ini berlangsung, tetapi para pemegang saham Bank Sumitomo Mitsui Indonesia tidak akan melakukan penambahan modal. Penambahan modal seperti ini belum akan diakukan dalam waktu dekat ini.

“Itu karena permodalan BTPN dan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia masih cukup tinggi,” imbuh Arief.

Sementara itu, Anika Faisal, Corporate Secretary BTPN, mengungkapkan, rasio kecukuan modal (capital adequacy ratio/CAR) BTPN masih mencapai 24%, sedangkan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia sebesar 19%.

Anika menuturkan, merger antara BTPN dengan Sumitomo tersebut bakal menggabungkan bisnis korporasi dengan bisnis ritel. “Merger ini nantinya akan saling melengkapi antara bank korporasi dan ritel,” tukas Anika.

Sedangkan Arief menilai, bank hasil penggabungan kedua bank tersebut nantinya akan memasuki bisnis di segmen komersial untuk beberapa nasabah di kota besar lain di luar Jakarta, misalnya Surabaya dan Tangerang.

Disamping masuk ke bisnis komersial, demikian Arief, bank hasil merger kedua bank tersebut nantinya akan lebih intens untuk menjajaki digital banking tidak hanya segmen ritel tapi juga untuk nasabah komersial dan korporasi.

Arief menambahkan dengan merger ini nantinya BTPN juga dapat masuk lebih dalam ke bisnis transaksi mata uang asing. Itu karena BTPN nantinya akan semakin dipercaya sebagai salah satu bank global yang diperhitungkan. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →