Menuju Raksasa Industri Berbasis Digital
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Visi pemerintah membangun ekonomi digital yang kuat, bukan hanya sekadar wacana. Hal ini terbukti dari infrastuktur maupun suprastruktur atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Melalui kebijakan itu, Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan kapasitas ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.
"Saat itu valuasi bisnis digital di tanah air diperkirakan mencapai USD 100 miliar dengan nilai e-commers USD 130 miliar," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari laman facebooknya @Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Oleh karena itu, Menperin mengajak generasi milenial (generasi yang lahir diantara tahun 1980-an sampai 2000-an) agar terus memanfaatkan peluang dan potensi industri digital di Indonesia.
Dalam enam tahun terakhir, industri digital di Indonesia tumbuh 9,98-10,7 persen per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, tambah Airlangga, generasi ini perlu didorong agar bisa menentukan strategi jangka panjang supaya bisnis mereka mampu bertahan lama. "Mereka semestinya dipertemukan dalam sebuah ekosistem sehingga komposisinya seimbang berdasarkan generasinya," ungkapnya.
Berdasarkan riset Michael Page tahun 2016,perkembangan industri digital yang marak belakangan ini di Indonesia, menjadi pemacu tumbuhnya jumlah lowongan pekerjaan di sektor ini hingga 60 persen dalam setahun terakhir.
Adapun segmen perusahaan yang diprediksi akan menyumbang lowongan pekerjaan terbesar di sektor teknologi digital ini, antara lain e-commerce, teknologi keuangan (fintech), logistik, dan big data.
Sementara itu, merujuk hasil riset terbaru mengenai investasi usaha rintisan (startup) berbasis digital di Asia Tenggara dari Google dan Temasek yang berjudul "e-Economy SEA Spotlight 2017", dua perusahaan itu menghitung nilai investasi yang masuk ke startupdigital Asia Tenggara mencapai US$ 12 miliar sepanjang 2016 hingga kuartal III tahun 2017.
Dari total dana tersebut, sebanyak 34 persen atau US$ 4,08 miliar masuk ke Indonesia. Diperkirakan, nilai investasi saat ini semakin besar, mengingat setelah kuartal III/2017 sudah ada dana US$ 7 miliar yang mengalir ke Asia Tenggara, termasuk ke Tanah Air.
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mencatat, saat ini jumlah perusahaan yang bergerak di sektor jasa industri digital di dalam negeri sebanyak 305 perusahaan dengan beragam jenis core business-nya.
Adapun jenis-jenis industri digital yang ada di Indonesia, yaitu industri perbankan, advertising, trading, dailydeals, directory, infrastruktur digital, sistem operasi, mesin pencarian, konsultan IT, marketplace, online retail, payment gateway, dan travel.
Untuk menunjang pengembangan ekonomi digital di Indonesia, menurut Airlangga, pemerintah sedang berupaya untuk menarik lebih banyak minat investor agar menanam modalnya di Tanah Air.
"Berbagai cara dilakukan, dari mulai pembangunan infrastruktur hingga fasilitas perizinan dibenahi agar semakin banyak pelaku bisnis yang berinvestasi di Indonesia," tutur Menperin Airlangga.