Surya Eka Perkasa Bakal Laksanakan PUT pada Februari 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 24 Januari 2018 - 14:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada awal Februari 2018. Dalam PUT ini, ESSA akan menawarkan 3,3 miliar saham baru, atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dalam keterangan tertulis, Rabu (24/01/2018), manajemen ESSA mengungkapkan, setiap pemegang 10 lembar saham lama per 1 Februari 2018 berhak memperoleh tiga HMETD. Setiap HMETD akan memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli satu saham baru senilai Rp150 per saham.

HMETD itu nantinya akan dilaksanakan dengan menggunakan satuan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Nilai kurs dolar AS akan mengacu pada kurs tengah BI yang berlaku pada recording date.

Melalui aksi korporasi ini, ESSA berharap dapat meraih dana hingga Rp495 miliar.  Pemegang saham utama ESSA, PT Trinugraha Akraya Sejahtera, akan melaksanakan 317,9 juta HMETD.

PT Trinugraha Akraya Sejahtera juga akan mengalihkan 672,1 juta HMETD kepada Garibaldi Thohir, Theodore Permadi Rachmat, PT SInar Ganda Jaya dan Chander Vinod Layoya. Sedangkan PT Ramaduta Teltaka selaku pemegang saham utama perseroan sebesar 20% pada 15 Desember 2017 akan mengalihkan HMETD mereka ke Chander Vinod Laroya.

ESSA adalah perusahaan yang menjalankan bisnisnya di bidang industri pemurnian dan pengolahan migas; petrokimia; perdagangan besar, distributor utama dan ekspor untuk hasil produksi minyak, gas dan petrokimia; eksplorasi minyak dan gas bumi, hulu dan hilir; energi terbarukan; dan gas hilir.

Sementara itu, kegiatan utama ESSA meliputi bidang manufaktur, perdagangan, ekspor, impor, pendistribusian Elpiji (Liquefied Petroleum Gas), Kondensat dan Propana.

Para pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Surya Esa Perkasa Tbk, antara lain: PT Trinugraha Akraya Sejahtera (30%), PT Ramaduta Teltaka (20%) dan CLSA , Ltd. (Client A/C) (9,09%). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →