Pengamat: Molornya Pengumuman Pemenang Tender PLTGU Jawa 1 Tunjukan PLN Tidak Profesional

Oleh : Hariyanto | Minggu, 08 Januari 2017 - 15:20 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pengamat Ketenagalistrikan Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi menuturkan, molornya pengumuman resmi dan pembuatan kontrak Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa 1 berkapasitas 2 x 800 Megawatt (MW) menunjukkan PLN tidak profesional.

Fahmi mengatakan, Mundurnya kontrak, apalagi jika terjadi pembatalan pemenang tender tentu berpengaruh pada proyek 35 ribu MW yang dibebankan kepada PLN.

"Bahkan kalau direvisi jadi 22 ribu MW pun saya pesimis tercapai, kalau PLN mundur dan molor seperti sekarang," tutur Fahmi, Minggu (8/1).

Jika pembatalan kontrak sampai terjadi, ia menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus turun tangan.

"KPK harus dari awal turun tangan agar bisa mengungkap apakah ada ketidakberesan," ujarnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa manajemen PLN akan membatalkan pemenang tender pembangunan PLTGU dan akan menunjuk langsung anak usahanya untuk menggarap proyek tersebut. (Hry/cnn

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →