Bangun Pabrik di Aceh, Semen Indonesia Aceh Dapat Pinjaman Rp97,5 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Januari 2018 - 09:22 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Semen Indonesia Aceh (SIA), anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), saat ini sedang membangun pabrik semen di Provinsi Aceh. Kegiatan pembangunan ini dikenal sebagai Proyek Aceh.

Ketika proyek ini berjalan, manajemen SIA membutuhkan pendanaan. Sebagian pendanaan proyek tersebut akan dipenuhi oleh para pemegang saham SIA. Pada 15 Januari 2018, SIA telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan SMGR.

Adapun total maksimum pinjaman yang diberikan SMGR kepada SIA mencapai Rp97,5 miliar. Pinjaman itu akan digunakan SIA untuk membayar pelaksanaan pekerjaan Proyek Aceh tersebut beserta biaya tenaga kerja dan biaya operasional lainnya.

“Pinjaman tersebut dilakukan tanpa jaminan dan hanya berjangka waktu sekitar satu tahun yang dihitung sejak penandatanganan perjanjian Hutang-Piutang. Bunga pinjaman itu adalah JIBOR plus 3,7%,” ungkap Hendi Prio Santoso, Direktur Utama SMGR.

Hendi juga mengakui bahwa transaksi Hutang-Piutang tersebut termasuk transaksi afiliasi, mengingat PT Semen Indonesia Tbk merupakan perusahaan publik yang sudah mencatatkan saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Karena itu, kami hanya diwajibkan untuk melaporkan transaksi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat dua hari setelah terjadinya transaksi pemberian pinjaman tersebut,” pungkas Hendi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →