Kemenperin Terus Pacu Pengembangan Produk Telematika Dalam Negeri

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Januari 2018 - 07:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bandung, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, produk telematika memberikan ruang pasar yang luar biasa di Indonesia seperti terlihat pada penjualan smartphone hingga 60 juta unit per tahun.

"Siklus teknologi sangat cepat, khususnya di smartphone, yang setiap enam bulan ada pembaharuan produk sehingga memerlukan kekuatan riset dan inovasi teknologi," ujar Airlangga di Bandung (16/1/2018).

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan produk-produk dalam negeri, seperti produk smarthphone.

"Hingga tahun 2018, terdapat beberapa merek nasional yang memiliki branding cukup kuat untuk pasar menengah ke bawah maupun menengah ke atas, seperti Polytron, Evercooss, dan Advan," terangnya.

Namun demikian, lanjutnya, selain memacu tumbuhnya industri hardware, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan industri software, konten dan animasi.

Hal ini diperkuat melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.

Artinya, Kemenperin tidak hanya menekankan pada skema TKDN hardware, tetapi TKDN software dan investasi. "Melalui skema software ini, kami ingin memacu untuk peningkatan inovasi dalam sehingga mendukung pengembangan industri yang berkelanjutan," kata Menperin.

Kemenperin mencatat, industri telekomunikasi dan informatika (telematika) dalam negeri mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Hingga tahun 2016, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13 ribu orang.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →