Daya Saing Melemah, Industri Kaca Lembaran Semakin Muram

Oleh : Ridwan | Selasa, 16 Januari 2018 - 18:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Prospek industri kaca lembaran pada tahun 2018 diprediksi akan tetap muram. Hal ini disebebkan karena daya saing industri kaca lembaran nasional terus melemah akibat masih tingginya harga gas bumi untuk industri.

"Tahun ini, kondisi industri kaca lembaran masih akan tetap muram. Harga gas yang masih tinggi membuat daya saing menurun," ujar Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Ia menambahkan, apalagi Permen ESDM No.58 Tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Bumi melalui Pipa pada kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas bumi tidak mungkin memenuhi Perpres No. 40 tahun 2016.

"Permen ESDM tersebut tak mungkin sanggup penuhi Perpres No.40/2016 yang mencapai US$ 6 per MMBtu," terangnya.

Lebih lanjut, Yustinus mengharapkan konsisten dari pemerintah untuk melaksanakan Perpres No. 40/2016 yang mengintruksikan harga gas bumi di angka US$ 6 per MMBtu.

Menurutnya, industri kaca lembaran dan pengaman sampai saat ini masih terus menunggu penurunan harga gas guna menekan ongkos produksi yang semakin tinggi.

"Untuk industri kaca harga gas sangat menentukan efisiensi karena menyumbang 20 persen hingga 25 persen dari total biaya produksi," katanya.

Disisi lain, Yustinus tetap yakin Presiden konsisten untuk melunasi janjinya dalam Perpres No 40 tahun 2016 terkait penurunan harga gas untuk industri.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →