Asuransi Kendaraan 2017 Ditopang Pertumbuhan Asuransi Mobil

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 07 Januari 2017 - 16:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) memprediksi bisnis asuransi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2017 akan didukung oleh pertumbuhan asuransi mobil. Pasalnya, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memperkirakan penjualan mobil akan tumbuh 4,7% menjadi 1,1 juta unit pada 2017 dibandingkan sebanyak 1,05 juta unit pada 2016. Selain itu, perekonomian nasional diproyeksikan tumbuh antara 5,1-5,2%.
 
Dalam keterangan tertulis, Jumat (6/1/2017), Rian Ardianto, Kepala Departemen Penjaminan Kendaraan Bermotor Adira Insurance, mengemukakan, pertumbuhan penjualan mobil pada 2017 ditopang oleh penjualan mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC).

“Jika kami cermati prediksi Gaikindo dan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) serta kinerja bisnis 2016 lalu, maka kami optimistis bisnis asuransi kendaraan akan terus tumbuh pada tahun ini,” ujarnya.
 
Disamping itu, demikian Rian, bisnis asuransi kendaraan ini juga akan didukung oleh rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan melakukan penyesuaian tarif premi asuransi kendaraan bermotor pada tahun ini. Kebijakan tersebut diproyeksi akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan asuransi di Indonesia.
 
Rian menjelaskan, Adira Insurance akan memanfaatkan peluang tersebut dengan memberikan kemudahan pada saat proses akuisisi dan juga klaim dan memanfaatkan sistim online untuk mempercepat dan menyederhanakan proses. Karena itu, Adira Insurance akan terus berupaya melakukan berbagai terobosan agar tidak tertinggal dari para pesaing sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.(iaf)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →