Penerbitan Obligasi PTPP Dikemas dalam Reksa Dana Penyertaan Terbatas

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 12 Januari 2018 - 11:57 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) akan menerbitkan obligasi perpetual (perpetual bond) bernilai Rp1-2 triliun pada 2018. Akan tetapi, penerbitan obligasi tersebut akan dikemas ke dalam Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

“Manajemen PTPP hingga kini masih terus berdiskusi dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan-red) terkait aksi korporasi tersebut. Pasalnya, penerbitan obligasi itu rencananya tidak dikemas ke dalam RDPT, akan tetapi rencana itu akhirnya dapat dilaksanakan,” ujar Agus Purbianto, Direktur Keuangan PTPP, di Jakarta, baru-baru ini.

Agus mengemukakan, menurut diskusi yang dilakukan bersama OJK tersebut, perusahaan publik yang ingin menerbitkan obligasi perpetual diizinkan untuk mengemasnya ke dalam RDPT. Saat ini, PTPP sudah mengajukan proposal mengenai rencana penerbitan obligasi tersebut kepada OJK.

Menurut rencana sebelumnya, obligasi perpetual tersebut sebelumnya akan diterbitkan oleh PT PP Energi, anak usaha PTPP. Akan tetapi, setelah melakukan peninjauan ke pasar keuangan dan berdiskusi dengan penjamin emisi (underwriter), maka aksi korporasi itu diputuskan untuk langsung dilaksanakan sendiri oleh PTPP. Tujuannya agar dana yang terkumpul nantinya dapat dibukukan ke dalam ekuitas PTPP. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →