Menperin Ajak Generasi Muda Pahami Bahasa Digital

Oleh : Ridwan | Jumat, 12 Januari 2018 - 09:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menumbuhkan wirausaha industri baru di dalam negeri dengan pemanfaatan perkembangan teknologi digital.

Terlebih, generasi muda di Indonesia yang besar jumlahnya merupakan potensi dan peluang yang perlu dikembangkan.

"Era ekonomi digital seperti sekarang ini merupakan wujud ekonomi gotong royong yang sesungguhnya dan konkret," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta (11/1/2018).

Ia menyebutkan, lewat e-commerce orang-orang berkumpul dengan membawa produk mereka masing-masing sehingga tercapai keuntungan.

"Dengan terobosan inovasi teknologi digital, biaya intermediasi bisa jadi nol," terangnya.

Menperin pun meminta kepada generasi muda Indonesia harus mampu bergaul dalam bahasa digital."Minimal menguasai tiga hal, yaitu bahasa Inggris, statistik, dan koding. Ini bisa dipelajari dalam enam bulan.Kami yakin, Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi," tegasnya.

Pada akhir bulan Januari ini, Menperin akan diundang untuk menjadi pembicara pada World Economic Forum di Davos, Swiss.

"Saya akan sampaikan mengenai roadmapdan implementasi Industry 4.0 di Indonesia. Selain itu terkait perkembangan ekonomi digital di Indonesia dan kesiapan kita menjadi pemain global zaman now," ungkapnya.

Menurutnya, New future productiondi Indonesia ada dua jenis, yaitu e-commerceyang bersifat market to marketdan Industry 4.0 yangsifatnya industrial products.

"Untuk yang kedua, kita punya industri pilot-nya, yaitu industri otomotif, makanan dan minuman,serta elektronik. Kita juga punya kesempatan untuk menjadi championdi Asia, dengan potensi yang kitamiliki seperti pasar smartphonedan perguruan tinggi dalam jumlah banyak," papar Menperin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →