Bank Bukopin Bakal Beri Perhatian ke Bisnis Multifinance pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 10 Januari 2018 - 20:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Manajemen PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan memberikan perhatian kepada perkembangan bisnis multifinance pada tahun ini. Karena itu, BBKP akan bersinergi dengan anak usahanya di bidang multifinance dalam pengembangan bisnis tersebut.

“Rencananya, kami akan menyuntikkan modal ke Bukopin Finance senilai Rp50 miliar dan Bukopin Syariah sebesar Rp100 miliar pada tahun ini,” ujar Eko Rachmansyah Gindo, Presiden Direktur BBKP, di Kantor Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (10/01/2018).

Eko menuturkan, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan aksi korporasi tersebut diperoleh BBK dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

“Disamping right issue, kemungkinan lain yang dapat dilakukan Bank Bukopin adalah melalui penerbitan obligasi subordinasi atau subdebt,” tukas Eko.

Pasalnya, demikian Eko, para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2017 lalu telah menyetujui manajemen BBKP untuk menerbitkan saham baru maksimum 30% dari total saham yang ada saat ini.

Seperti diketahui, total saham BBKP saat ini mencapai 9 miliar unit saham. Itu artinya, manajemen BBKP melalui PUT tersebut hanya dapat menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,7 miliar unit saham.

“Karena itu, kombinasi antara PUT dengan penerbitan obligasi tersebut diharapkan dapat memperoleh tambahan modal sekitar Rp2 triliun. Mudah-mudahan tindakan korporasi tersebut dapat dilaksanakan pada paruh pertama tahun ini,” pungkas Eko. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →