GMF Genjot Ekspansi Internasional Akhir Tahun

Oleh : Ridwan | Sabtu, 30 Desember 2017 - 12:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat (MRO), menggenjot ekspansi internasional pada akhir tahun dengan berkolaborasi bersama KORR Group untuk perluasan bisnis di Australia.

Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Joeniarto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa kerjasama dengan perusahaan asal Australia ini merupakan salah satu strategi ekspansi bisnis "International Footprint" GMF.

"Kami sangat berharap kerjasama strategis ini mampu melancarkan ekspansi GMF ke luar negeri terutama untuk area Australia yang memiliki potensi pasar perawatan yang cukup tinggi," kata Iwan.

Penandatanganan kontrak kemitraan strategis itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada tanggal 2 Juni 2017 silam.

Dalam penandatanganan kontrak tersebut, GMF dan KORR Group sepakat untuk bekerjasama dalam pengerjaan "Line Maintenance" untuk pesawat tipe Boeing 737, Boeing 787, Airbus A320, dan Airbus A330.

Tahapan lanjutan dari penandatanganan strategic partnership ini adalah merealisasikan kerja sama ini pada tahun 2018. Untuk kerja sama awal GMF dan KORR Group akan bersama mengerjakan pekerjaan "Line Maintenance" di kawasan Melbourne, Sydney dan Perth.

"Kerja sama ini diharapkan jadi pintu gerbang untuk dapat menarik maskapai berdomisili Australia untuk melakukan perawatan armadanya pada kerja sama ini," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan mengatakan, setelah Batam dan Korea Selatan, Australia ini menjadi area ketiga yang dijajaki, dan segera menyusul area Timur Tengah.

Sebelumnya, GMF juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Daerah Muan, Korea Selatan, dan TWA Aero Limited.

"Sesuai rencana strategis GMF mengembangkan fasilitas MRO di wilayah Asia Timur. Kami memilih Korea Selatan sebagai 'international footprint' (jejak langkah internasional) yang tepat," kata Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/12).

Menurut dia, dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU itu dinilai menjadi titik terang baru dalam strategi pengembangan internasional GMF.

Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian visit manajemen GMF ke Korea Selatan pada Desember 2017, di mana GMF juga melakukan pertemuan awal dengan calon mitra lainnya, serta kunjungan ke maskapai Korsel pelanggan GMF.

Menurut Tazar Marta, pemilihan Korea Selatan sebagai wilayah pengembangan di Asia Timur dengan pertimbangan pasar perawatan pesawat Korea Selatan yang cukup menjanjikan.

Selain itu, ujar dia, skala pasar perawatan pesawat Korea Selatan menduduki posisi keempat di regional Asia Pasifik setelah Republik Rakyat China, Jepang dan Australia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →