Pada Perdagangan Perdana di BEI, Harga IPCM Dibuka Naik Jadi Rp390 per Unit

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 Desember 2017 - 10:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) pada debut pertama di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 2,63% menjadi Rp390 per unit dibandingkan harga yang ditetapkan pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) beberapa waktu lalu di posisi Rp380 per unit.

Total volume perdagangan saham perusahaan pelayaran kapal tunda dan tandu itu tercatat sebanyak 115.000 lot bernilai total Rp4,64 miliar dengan transaksi sebanyak 141 kali. IPCM ditransaksikan pada rentang harga Rp320-420 per unit.

Pada PUPS tersebut, perseroan menawarkan sebanyak 1,215 miliar unit saham kepada investor publik. Jumlah saham yang ditawarkan itu lebih rendah dari rencana sebelumnya sebanyak 1,743 miliar unit saham.

Dari PUPS tersebut, perseroan akhirnya meraih tambahan modal sebesar Rp461,8 miliar. Sekitar 90% dari total dana tersebut dialokasikan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan dan sisanya untuk modal kerja (working capital).

Sementara itu, belanja modal perseroan pasca PUPS itu adalah membiayai pembelian armada kapal-kapal tunda dan tandu yang baru guna memperkuat segmen bisnis ship to ship. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai pengembangan bisnis jalur kanal dan pelabuhan swasta di Indonesia.

Dalam PUPS ini, perseroan telah menunjuk Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sementara itu, Riska Afriani, analis PT OSO Sekuritas, beberapa waktu lalu mengungkapkan, IPCM memiliki prospek bisnis yang cukup menarik. Kendati saham itu direkomendasikan netral, tetapi captive market perseroan saat ini cukup menarik dan perlu dipertimbangkan ke depan.

Riska menuturkan, proyeksi kinerja keuangan perusahaan pada tahun depan menunjukkan adanya optimisme yang tinggi. Disamping itu, Price to Earning Ratio (PER) ditargetkan oleh manajemen perusahaan dinilai cukup tinggi, yaitu antara 11,1 kali hingga 18 kali.

Sementara itu, demikian Riska, PER rata-rata eminten perkapalan hanya sebesar 10 kali. “Itu tetap menjadi pertimbangan para pelaku pasar untuk berinvestasi,” imbuh Riska. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →