Dorong Pertukaran SDM, Industri Teknologi Finansial Indonesia dan Australia Lakukan Kerjasama

Oleh : Hariyanto | Rabu, 20 Desember 2017 - 08:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id -Jakarta - Indonesia dan Australia meresmikan kerjasamanya untuk mendorong pertukaran sumber daya manusia dan keahlian di antara kedua pasar industri teknologi finansial (tekfin) yang sedang berkembang pesat.

Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 1 Desember 2017 lalu ini, menjadi tahap penting bagi perkembangan dan pertumbuhan industri tekfin secara timbal-balik di kedua negara.

Penandatanganan dokumen kerjasama tersebut disaksikan oleh Direktur Inovasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, Fithri Hadi dan Wakil Kepala Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Internasional Australia, Dan Thomas.

Kerjasama ini memungkinkan tersedianya platform untuk memfasilitasi pertukaran sumber daya manusia, teknologi, permodalan dan penetrasi pasar bagi perusahaan-perusahaan tekfin di kedua negara.

Penandatanganan kerjasama ini merupakan hal yang sangat menggembirakan, yang membuktikan semakin eratnya ikatan di antara kedua negara, ujar Wakil Ketua Asosiasi FinTech Australia, Stuart Stoyan ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Rabu (20/12/2017).

Ia mengatakan, pemerintah Australia telah membuktikan komitmen seriusnya selama dua puluh tahun terakhir ini untuk mendukung agenda Indonesia dalam mewujudkan inklusi keuangan, memantapkan stabilitas sistem keuangannya, serta sebagai bentuk pendekatan berimbang yang mendorong pertumbuhan inovasi lintas kedua yuridiksi.

Kami sangat berbahagia dapat menyaksikan kelanjutan dari dialog regional antara Indonesia dan Australia seputar meningkatnya inteoperabilitas pasar, inovasi tekfin dan regulasi-regulasi terkaitnya. ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi FinTech Indonesia dan Co-Founder & Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra pun menyambut baik kesepakatan ini.

Berlandaskan hubungan yang kokoh antara Australia dan Indonesia, ini adalah momen yang tepat untuk meneguhkan kerjasama tekfin lebih lanjut di tingkat perusahaan secara individual maupun di tataran industri, ungkapnya.

Terutama karena pertumbuhan usaha rintisan tekfin dan ekosistemnya di Indonesia sangat pesat dan membutuhkan pembangunan infrastruktur keuangan yang aman dan mapan secara cepat, agar dapat mengikutsertakan serta melayani sedikitnya 80 juta orang dan 49 juta usaha kecil yang belum masuk dalam sistem keuangan di tanah air. tambahnya.

Tekfin Australia akan ambil bagian dalamIndonesia-Australia Digital Forum di Jakarta pada Februari 2018, sebagai kegiatan besar tekfin berikutnya yang ditekadkan untuk membangun hubungan Australia-Indonesia lebih jauh.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, sebagai tuan rumahnya, dimaksudkan untuk membuka area-area kerjasama baru dan membangun momentum bagi terhubungnya jejaring komersial Australia dengan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang sangat dinamis dan bertumbuh pesat.

Pada bulan April tahun ini, regulator perusahaan Australia yaitu Australian Securities and Investments Commission(ASIC) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia telah menandatangani perjanjian kerjasama yang mendukung kerjasama regional, serta inovasi yang lebih luas, dalam hal layanan keuangan di masing-masing negara.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →