Premi Asuransi Jasa Mitra Abadi Ditargetkan Rp120 Miliar pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 19 Desember 2017 - 11:39 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Premi PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) ditargetkan mencapai Rp120 miliar pada 2018. Itu artinya melonjak sekitar 131% dibandingkan dengan target premi JMAS pada 2017 ini sebesar Rp52 miliar.

“Hingga November 2017, realisasi premi JMAS tercatat sebesar Rp49 miliar dengan laba sebesar Rp2,8 miliar. Itu artinya, perseroan telah meraih sekitar 94% dari target premi tahun ini,” papar Ibrahim, Direktur Utama JMAS, di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Ibrahim mengemukakan, pertumbuhan laba dan pendapatan JMAS tahun depan kira-kira sebanding dengan rasio laba terhadap total premi yang diperoleh pada November 2017 tersebut.

Jika memang dihitung dengan rasio yang demikian, maka laba JMAS diperkirakan bakal mencapai Rp6,86 miliar pada 2018. Sementara itu, laba 2017 JMAS diperkirakan sebesar Rp2,97 miliar.

Bahkan Ibrahim optimis bahwa target premi sebesar Rp120 miliar itu kemungkinan dapat tercapai pada Juni 2018. Hal itu dimungkinkan karena dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) rencanaya digunakan untuk membiayai pengembangan usaha, terutama pembukaan beberapa kantor cabang, serta memperkuat permodalan.

“Kami juga akan menghimbau berbagai instansi syariah untuk turut mengembangakan perekonomian syariah bersama kami. Disamping itu, manajemen JMAS akan mendiversifikasi berbagai produk syariah,” pungkas Ibrahim. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →