Pemerintah Berniat Terbitkan SBN Bernilai Rp155 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 Januari 2017 - 13:43 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Pemerintah berniat akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) melalui lelang bernilai Rp155 triliun pada triwulan pertama 2017. Itu adalah bagian dari target penerbitan kotor (gross issuance) SBN pada 2017 bernilai Rp648 triliun untuk membiayai defisit APBN 2017. Jika dibanding pada triwulan pertama 2016 senilai Rp128,61 triliun, maka lelang SBN pada triwulan pertama tahun ini lebih tinggi sekitar 20,52%.
 
Sebagai bagian dari penerbitan SUN tersebut pada triwulan pertama tahun ini, pemerintah pada Selasa (3/1/2017) ini akan kembali melelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi pemerintah.
 
Menurut keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayan dan Risiko, penawaran yang masuk untuk penerbitan SUN hari ini diperkirakan mencapai Rp25 triliun dan SUN yang paling diminati adalah seri FR61 dan FR59. Obligasi pemerintah seri FR61 berbunga 7% per tahun dan akan jatuh tempo 15 Mei 2022 dan seri FR59 juga berbunga 7% per tahun dan jatuh tempo pada 15 Mei 2027.
 
Lelang hari ini juga akan menawarkan obligasi pemerintah seri FR72 berbunga 8,25% per tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2036. Selain itu, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) seri SPN03170404 dan seri SPN12180104 yang berjangka pendek juga ditawarkan dalam lelang tersebut dengan diskonto, dimana masing-masing akan jatuh tempo pada 4 April 2017 dan 4 Januari 2018.
 
Sementara itu, lelang dibuka pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Adapun hasil dari pelaksanaan akan diumumkan pada hari yang sama dan hasil dari lelang akan didistribusikan pada hari Kamis (5/1/2017). ***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →