Formula Kenaikan UMP Harus Dilihat Dari Pertumbuhan Ekonomi Daerah Bukan Ekonomi Nasional

Oleh : Ridwan | Kamis, 30 November 2017 - 15:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3.648.035 atau naik 8,71 persen dari tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan, hampir setiap tahun UMP naik, karena mengacu pada PP No. 78 yang formulanya inflasi, pertumbuhan ekonomi dan produktivitas.

"Saya pribadi mengkritisi, formula seharusnya jangan dilihat dari pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi pertumbuhan ekonomi daerah-nya," ujar Benny kepada INDUSTRY.co.id saat acara Lokakarya Kadin di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Benny mencontohkan, Jakarta dan Batam berbeda, Jakarta lebih tinggi karena jika dirata-rata seluruh pertumbuhan ekonomi Jakarta 7 persen, sedangkan Batam hanya 2 persen. Artinya, lanjut Benny, di Jakarta pekerja yang dirugikan pengusaha yang diuntungkan, sebaliknya di Batam pekerja yang diuntungkan, pengusaha yang dirugikan.

"Kalau mau fair, pertumbuhan ekonomi daerahnya harus disamakan terlebih dahulu," kata Benny.

Disisi lain, saat ditanya pengaruh pengusaha pada tahun politik tahun depan, Benny menjelaskan, tahun politik buat pengusaha adalah tahun yang menurut saya harus waspada. Artinya, pasti ada semacam was-was atau kehati-hatian siapa nanti yang akan memimpin.

"Tetapi ekonomi tetap harus jalan. Paling tidak, konsumsi tidak bisa dikurangi," imbuhnya.

Menurutnya, pengusaha saat ini tidak wait and see, kami kerja terus, tetapi harus waspada. Ini kesempatan juga, aktivitas politik menghela aktivitas ekonomi. Misalnya orang kampanye, butuh banner, tempat logistik, minuman pasti laku, nasi padang pun jalan, jadi menurut saya tahun politik untuk menghela kegiatan ekonomi.

"Akan tetapi, kami berharap tidak hanya konsumsi yang naik, tetapi investasi dan ekspornya juga harus digenjot naik," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →