Per September 2017, Tower Bersama Raih Pendapatan Rp2,98 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 30 November 2017 - 06:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Tower Bersama Tbk (TBIG), operator penyewaan menara telekomunikasi seluler, membukukan pendapatan sebesar Rp2,98 triliun sepanjang periode Januari-September 2017. Adapun EBITDA nya tercatat sebesar Rp2,59 triliun sepajang periode tersebut.

“Dengan demikian, jika kinerja per September 2017 tersebut disetahunkan, maka total pendapatan perseroan akan tercatat sebesar Rp4,14 triliun dengan EBITDA sebesar Rp3,62 triliun,” ujar Hardi Wijaya Liong, Direktur TBIG, di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Hardi mengemukakan, hingga 30 September 2017, perseroan memiliki 22.696 penyewaan dan 13.318 site telekomunikasi. Site telekomunikasi perseroan terdiri dari 13.270 menara telekomunikasi dan 48 jaringan DAS (Distributed Antenna System).

“Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 22.648, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,71,” tukas Hardi.

Hardi menuturkan, sepanjang sembilan bulan pertama 2017 ini, perseroan mengalami penambahan penyewaan sebanyak 2.479 penyewaan. Itu terdiri dari 732 site dan 1.747 kolokasi.

“Penambahan tersebut mengindikasikan pertumbuhan penyewaan yang besarnya mencapai lebih dari 10% sepanjang Januari-September. Itu melebihi perkiraan kami sebelumnya,” ungkap Hardi.

Hari menegaskan, manajemen TBIG sejak 2012 telah membangun 7.600 menara baru di berbagai lokasi yang unik. Karena itu, perseroan pada tahun ini telah melihat adanya pertumbuhan jumlah penyewaan yang bersifat kolokasi secara organik.

“Rasio kolokasi perseroan pada awal 2017 ini baru sebesar 1,63. Tetapi di akhir September tahun ini telah meningkat menjadi 1,71,” imbuh Hardi.

Hardi juga menjelaskan, total utang TBIG per September 2017 tercatat sebesar Rp18,07 triliun dengan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp12,13 triliun. Akan tetapi dengan saldo kas Rp208 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) tercatat sebesar Rp17,87 triliun dan total pinjaman senior bersih menjadi Rp11,92 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →