Temui Menperin, Mattel Keluhkan Lesunya Bisnis Ritel dan Menjamurnya Bisnis Game Online

Oleh : Ridwan | Sabtu, 25 November 2017 - 08:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari Mattel Indonesia di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta (24/11/2017).

"Dalam kunjungannya tersebut menindaklanjuti diskusi yang digelar bulan agustus lalu soal usulan Mattel mendukung pengembangan industri mainan di Indonesia," ujar Airlangga Hartarto.

Selain itu, lanjutnya, mereka mengundang saya secara resmi pada acara 25th anniversary event yang akan datang di Cikarang sebagai keynote speech.

Seperti diketahui, Mattel Indonesia menjadi salah satu tonggak sejarah dalam dunia industri di indonesia. "Mereka menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian yang akan bergerak maju ke depan, terutama di bidang industri mainan di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Vice President PT Matell Indonesia, Roy Tandean mengakui lesunya bisnis ritel dan menjamurnya permainan online (game online) ditengarai membawa dampak buruk pada bisnis mainan dan boneka.

"Secara global, beberapa brand toko mainan harus tutup karena terus merugi," ucapnya.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat gentar PT Matell Indonesia, untuk terus mengembangkan bisnisnya. Menurutnya setiap jenis mainan punya segmentasinya masing-masing.

Sekadar informasi, Mattel membangun dua unit pabrik di Kawasan Industri Jababeka Cikarang. Produksinya mencapai 60 juta unit per tahun dan mengekspor lebih dari 3 juta unit boneka setiap bulan secara reguler.

Pasar terbesar Mattel Indonesia ialah AS dan Kanada sebesar 40%, Eropa 35%, Amerika Latin 20% dan Asia Pasifik 5%. Industri padat karya ini mempekerjakan sekitar 10.000 orang di kedua pabriknya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →