Band-Band Angkatan tahun 90-an Bakal Reuni Besar di PRJ Besok
INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Publik pencinta musik Jakarta hari-hari ini benar-benar dimanjakan. Setelah hari Rabu (21/11) kemarin ada konser Super Grup yang menghadirkan band-band terkenal tahun 80 an seperti God Bless, Kahitna, Krakatau, Gigi dan Sheila on 7, besok sabtu (25/11) kembali akan digelar konser musik yang bernuansa nostalgia. Kali ini yang akan hadir adalah grup-grup band era 90 an seperti Potret, The Groove, KLA Project, P-Project, Bragi , Dewa 19 dan beberapa grup lainnya.
Pergelaran The 90”s Festival ini mengambil tema “Big Reunion 3rd edition” dan diselenggarakan oleh Accellera Entertainment. “Ini adalah reuni yang ketiga kalinya yang kami buat untuk menmpung animo anak-anak era 90a an. Kali ini kami hadirkan melalui 4 panggung yang kami pasang di Gambir Expo, Pekan Raya Jakarta, sejak pukul 14.00 WIB,” kata Dhea mewakili promotor dalam pertemuan dengan wartawan Jumat Siang.
Pihak penyelenggara kali ini bekerjasama dengan Perusahaan Jasa Layanan Transportasi Online, Grab, yang bertindak sebagai official Ride Buddy. Kerjasama ini meliputi layanan jasa transportasi dengan berbagai keringanan harga dan juga fasilitas seperti halte tempat menunggu.
Selain mendapatkan sajian band-band musik tahun 90an, para pengunjung nantinya juga akan dimanjakan dengan berbagai pameran alat-alat permainan khas tahun 90an seperti mesin ding dong, tamiya dan lain-lain. “Pokoknya mereka yang masih remaja di tahun 90an bakal menemukan nuansa yang sama di PRJ. Bertemu dan bernostalgia serta menikmati sajian musik dan aneka peralatan permainan jadi hiburan tersendiri,” tambah Dhea.
Sementara itu Reza mewakili kelompk The Groove yang sempat populer lewat lagu “Dahulu” mengatakan bahwa musisi era 90an jelas berbeda dengan musisi era tahun 2000an. “Kami adalah musisi yang berada dimasa transisi dari analog ke digital. Kami masih pakai kaset, dan CD, belum masuk ke penualan secara digital,” kata ReZa yang diiyakan oleh rekan segrupnya Rejos.
Lebih lanjut Reza menyebutkan bahwa saat mereka bermusik dulu, tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi dari musisi jaman 200am apalagi dengan musisi jaman sekarang. “Bayangkan, music director masih bisa memarahi kami jika salah, karena ini menyangkut pita rekaman yang harus dihemat. Sementara musisi sekarang jika hasilnya tidak baik, tinggal hapus dan bikin lagi. Makanya kenapa lagu-lagu kami biasanya awet atau evergreen dibanding dengan lagu masa kini,” papar Reza yang tampil dengan rambut yang sudah mulai dipenuhi uban.
Kehadiran band seperti Dewa 19 yang di tahun 90an masih dengan formasi vokalis Ari Lasso, KLA dengan formasi Katon, Lilo dan Adi, atau P-Project dengan Denny Chandra, Iszur Muchtar, Joe dan kawan-kawan yang biasa membawakan lagu-agu parodi, atau Potret bersama Melly dan Anto Hoed memang akan membuat tontonan menarik. Sayang untuk dilewatkan. (AMZ)