Hari ini, IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 5.972-6.123

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 21 November 2017 - 07:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak pada kisaran 5.972-6.123 pada perdagangan Selasa (21/11/2017) ini.

“Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan bakal terus mempertahankan tren kenaikan. Apalagi kemarin terlihat menjelang akhir transaksi IHSG berbalik turun kendati masih berada di teritori positif,” ujar William Suryawijaya, analis PT Indosurya Sekuritas, di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

William mengemukakan, pergerakan IHSG sejauh ini masih cukup kuat untuk mempertahankan titik support nya sebelum berlanjut menguat ke titik tertinggi baru.

“Hingga kini, tren kenaikan IHSG dalam jangka panjang masih tetap pada jalur, sehingga itu dapat dijadikan patokan bahwa koreksi wajar yang terjadi masih dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi saham-saham pilihan,” papar William.

William mengungkapkan, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan naik. Karena itu, para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi itu untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

Karena itu, William menyarankan para pelaku pasar agar mencermati berbagai saham pilihan, yaitu saham-saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Telkomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

“Disamping itu, para pelaku pasar juga harus mencermati saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP),” pungkasnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →