Kenaikan Produksi CPO Astra Agro Lestari Masih Terus Dipertimbangkan

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 10 November 2017 - 06:14 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Ciloto – Manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) masih terus mempertimbangkan rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), yang saat ini tercatat sebesar 3.000 ton per jam.

“Sebelumnya, kami berencana meningkatkan kapasitas produksi pabrik menjadi 5.000 ton per jam, tetapi kemudian membatalkannya setelah kami melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar,” ujar Santosa, Direktur Utama AALI, di Hotel Sahid Eminence, Ciloto, Puncak-Jawa Barat, Rabu (09/11/2017).

Hingga kini, demikan Santosa, manajemen AALI terus mempertahankan kapasitas produksi CPO untuk mengantisipasi kerugian penjualan. Tetapi jika memperoleh pasar CPO yang baru, maka kapasitas produksi pabrik baru akan ditingkatkan.

“Idealnya, kami dapat memperoleh tambahan volume ekspor CPO ke Cina. Pasalnya, kapasitas produksi pabrik yang mengolah CPO menjadi minyak goreng dan berbagai produk turunannya masih sangat besar. Akan tetapi, masalah harga CPO yang belum stabil mendorong kami untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut,” papar Santosa.

Saat ini, perseroan memiliki dua pabrik kelapa sawit di Dumai, Pekanbaru, Provinsi Riau dan di Sulawesi. Pabrik kelapa sawit AALI di Dumai berkapasitas produksi sebesar 1.000 ton per jam dan pabrik di Sulawesi sebesar 2.000 ton per jam. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →