IHSG Diprediksi Bakal Tembus Kisaran 6.100-6.175

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 09 November 2017 - 08:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal menembus titik resistensi psikologis di kisaran 6.100-6.175 pada perdagangan Kamis (09/11/2017).

Pada perdagangan Rabu (08/11/2017) kemarin, IHSG turun tipis 0,18% ke level 6.049. Menurut Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, aksi jual saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua oleh sebagian pelaku pasar kemarin bertujuan untuk menekan IHSG.

Akan tetapi, menurut Yuganur, ada sebagian pelaku pasar lainnya terus berupaya untuk mengakumulasi saham-saham unggulan tersebut sehingga indeks hanya turun tipis.

“Penurunan indeks kemarin lebih disebabkan untuk meredakan kondisi jenuh beli. Jika sudah kembali konsolidasi, IHSG bersiap untuk menembus level resisten psikologis berikutnya di kisaran 6.100-6.175,” tutur Yuganur, di Jakarta, Kamis (09/11/2017).

Karena itu, demikian Yuganur, dengan adanya peluang kenaikan IHSG ke titik resistensi di level 6.100, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham unggulan.

Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Wika Beton Tbk (WTON) dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

“JSMR dan DOID masing-masing berpotensi mencapai kisaran harga Rp7.000 dan Rp940 per unit. Karena itu, JSMR boleh dibeli di kisaran Rp6.650-6.550 dan DOID di rentang harga Rp875-855 per unit,” papar Yuganur.

Yuganur menjelaskan, akan tetapi jika harga JSMR telah menyentuh 6.350 dan DOID di posisi Rp825, maka kedua saham tersebut hendaknya kembali dilepas ke pasar untuk menekan kerugian yang bakal dialami selanjutnya.

“Sedangkan WTON dan BMTR masing-masing boleh dikoleksi di rentang harga Rp675-655 dan Rp585-575 per unit. Harga WTON ditargetkan Rp725 dan BMTR sebesar Rp625 per unit,” imbuh Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →