Bank BTN Lakukan Kerja Sama dengan MM UGM Yogyakarta

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 06 November 2017 - 09:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setelah bekerjasama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melalui Housing Finance Center (HFC) kembali melakukan kerja sama dengan Magister Manajemen Universitas Gajah Mada Yogyakarta (MM UGM Yogyakarta).

“Kerjasama dengan MM UGM Yogyakarta ini bertujuan untuk membantu pengembangan dan penelitian properti guna mengoptimalisasi program pelatihan properti HFC BTN untuk mendukung program sejuta rumah,” papar Mahelan R Prabantariksa, Direktur Bank BTN.

Mahelan mengemukakan, program sejuta rumah harus didukung oleh banyak pihak. Kerjasama yang dilakukan dengan MM UGM tersebut untuk menyempurnakan program pelatihan properti yang diselenggarakan HFC BTN.

Mahelan menuturkan, kerjasama dengan MM UGM meliputi sosialisasi, workshop dan konsultasi serta penelitian property. Dalam hal ini, MM UGM akan memberikan pandangan dan masukan untuk optimalisasi program pelatihan HFC BTN

“Dalam hal ini, kami berharap peran MM UGM untuk memberikan warna baru sekaligus sebagai bagian untuk memberikan dukungan terhadap program sejuta rumah,” ujar Mahelan di Jakarta, Jumat (03/11/2017).

Penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Bank BTN dengan MM UGM tersebut dilakukan di gedung rektorat MM UGM Yogyakarta pada Jumat (03/11/2017). Naskah kerjasama tersebut ditandatangani oleh R Mahelan Prabantariksa, Direktur Bank BTN, dan Eko Suwardi, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada, dan disaksikan oleh Panut Mulyono, Rektor UGM. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →