Pajak Impor Dinaikkan, Harga CPO Malaysia Berpotensi Turun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 03 November 2017 - 12:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Penurunan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia diperkirakan bakal berlanjut akibat kenaikan pajak impor yang diberlakuan oleh pemerintah India dan penurunan harga minyak nabati lainnya.

Di Bursa Derivatif Malaysia hari ini, harga CPO Malaysia berpotensi bergerak di kisaran 2.780-2.830 ringgit per ton.

“Harga CPO untuk kontrak pengiriman Januari 2018 ditutup turun 0,6% menjadi 2.821 ringgit per ton pada perdagangan kemarin. Itu disebabkan oleh penurunan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT),” ujar Faisyal, analis pasar komoditi PT Monex Investindo Future, di Jakarta, Jumat (03/11/2017).

Faisyal menjelaskan, Reuters melaporkan bahwa India yang merupakan konsumen minyak sawit terbesar dunia dikabarkan bakal menaikkan pajak impor minyak mentah dan minyak nabati guna melindungi para petani lokal mereka.

Sementara itu, demikian Faisyal, penguatan kurs ringgit Malaysia juga menjadi kontributor bagi penurunan harga CPO Malaysia. Pasalnya, jika ringgit menguat, maka harga CPO menjadi lebih mahal bagi para pemilik mata uang lainnya.

Pada pukul 11.12 WIB, kurs ringgit Malaysia terpantau menguat 0,02% menjadi 4,2335 per dolar AS. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →