Hari ini, IHSG Berpeluang Naik ke Posisi 6.100

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 02 November 2017 - 09:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak naik dan berupaya untuk menembus titik resistensi 6.100 pada perdagangan Kamis (02/11/2017) ini setelah kemarin bergerak positif.

“IHSG telah naik dari posisi 5.900 ke atas 6.000, sehingga pergerakannya saat ini berada di kisaran titik support 6.000-5.967 untuk menentukan arah pergerakan berikutnya,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Kamis (02/11/2017).

Yuganur mengemukakan, pergerakan IHSG selanjutnya akan terus menuju titik resistensi 6.100. Kendati mengalami koreksi minor, IHSG hanya akan turun hingga posisi 5.900. Ketika terjadi konsolidasi baru, saham-saham lapis kedua biasanya mulai aktif diperdagangkan.

Karena itu, demikian Yuganur, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan yang dibayangi oleh terjadinya koreksi minor, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

Yuganur menjelaskan, BNGA dan BKSL masing-masing berpeluang mencapai harga Rp1.330 dan Rp147 per unit. Karena itu, BNGA dan BSKL patut diakumulasi di harga Rp1.260-1.240 per unit dan Rp138-134 per unit.

“Akan tetapi, jika harga BNGA telah merosot mencapai Rp1.190 per unit dan BKSL ke posisi Rp129 per unit, maka para pelaku pasar disarankan untuk cut-loss untuk mengurangki dampak kerugian lebih lanjut,” tukas Yuganur.

Sementara itu, menurut Yuganur, TOTL dan GJTL masing-masing boleh dikoleksi di posisi harga Rp715-7015 per unit dan Rp695-685 per unit. Tetapi, jika harga TOTL merosot ke Rp690 dan GJTL ke Rp675 per unit, maka kedua saham itu disarankan untuk dilepas kembali.

“TOTL dan GJTL dapat dibeli karena harga TOTL berpotensi mencapai Rp770 per unit dan GJTL berpotensi mencapai Rp735-750 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →