Bank BTN Targetkan Kaum Milenial Jadi Obyek Pengembangan Bisnis Perbankan

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 Oktober 2017 - 10:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, akan terus menyasar lingkungan kampus sebagai basis milenial untuk menjadi obyek pengembangan bisnis perbankan kedepan.

“Itu kami lakukan untuk mencari dan menyiapkan sumber daya manusia yang andal sebagai entepreneur muda yang turut berperan dalam membangun bangsa,” ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, Senin (30/10/2017).

Maryono mengemukakan, Bank BTN akan membangun kampus dengan konsep BTN Zone dimana seluruh layanan kampus dan mahasiswa akan dapat diakses dengan sistim layanan perbankan.

“Proyek BTN Zone ini akan kami kembangkan di kampus-kampus di seluruh Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN,” tutur Maryono.

Maryono menjelaskan, era digitalisasi perbankan di pasar global membutuhkan peran anak muda dan mahasiswa untuk berperan sebagai kaum milenial perbankan yang dapat memenangkan persaingan.

“Saat ini, digitalisasi sudah masuk ke seluruh sendi bisnis, termasuk perbankan. Asean Economic Community adalah tantangan yg harus dihadapi perbankan Indonesia,” ujar Maryono.

Maryono menuturkan, sepuluh atau dua puluh tahun lalu, transaksi perbankan harus di bank. Kemudian muncul kartu ATM yang memungkinkan menarik atau menabung tanpa harus ke bank.

Maryono mengemukakan, itu adalah awal dari era digitalisasi perbankan. Karena itu, digitalisasi adalah berkah bagi industri perbankan karena perbankan dapat menjadi lebih irit atau efisien ketika beroperasi.

“Hal itu termasuk fintech yang menjadi isu global masa kini yang juga menjadi tantangan  bagi bank untuk beradaptasi. Kondisi itu diikuti oleh seretnya dana pihak ketiga dimana bank-bank berlomba mencari dana murah masyarakat,” papar Maryono.

Kendati demikian, sebagai bank yang terfokus dalam pembiayaan perumahan, Bank BTN menyatakan selalu siap dalam menghadapi kondisi tersebut. BTN bakal konsisten mendukung program pemerintah, Pembangunan Sejuta Rumah.

Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-JK, menurut Maryono, telah berhasil membuka jalur bisnis sebagai modal dalam mengembangkan berbagai industri kerakyatan sebagai lokomotif ekonomi nasional.

Infrastruktur jalan tol di daerah yang memiliki potensi bisnis telah membuka ladang baru bagi pertumbuhan ekonomi. Banyak permukiman mulai dibangun dan ini terkait dengan 170 industri turutannya menjadi prospek yang sangat besar dan perlu untuk digarap. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →