Presiden Jokowi-Pengusaha Nasional Bicarakan Industri Logistik

Oleh : Ridwan | Jumat, 27 Oktober 2017 - 05:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo menemui sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Merdeka.

"Yang dimaksud tajam tadi adalah koridor model ini masih masih 'ok' tadi pelabuhan yang kedua masalah efisiensinya di industri artinya semua bisa dikumpulkan dalam satu," kata Presiden Joko Widodo di hadapan para pengusaha di Istana Merdeka Jakarta, Kamis. (26/10/2017)

Bersama Presiden Jokowi juga hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Selain itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Para pengusaha yang hadir, antara lain Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto, Franky Widjaja, James Riady, Anton J Supit, serta beberapa pengusaha lain.

"Jurusnya mengumpul di suatu tempat 'logistic center' otomotif kemudian kami juga akan membuat jalan antarkawasan sampai ke Karawang. Jalan antarkawasan jadi itu transitnya lebih bagus tapi tentu dengan ada Patimban pasti lebih baik pemanfaatan 'dryport' Cikarang ke pelabuhan juga akan lebih baik kemudian transportasi barang dan sekitarnya," kata Menteri Perindustrian Airlangga.

Sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan itu, misalnya terkait dengan logistik untuk menampung barang-barang lebih lama sehingga tidak perlu mereka mempunyai gudang logistik sendiri.

"Itu namanya pusat logistik berikat, saya tidak tahu mungkin ini sudah dibuka dua atau satu tahun yang lalu," ungkap Presiden.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →