Laba Bersih Garuda Indonesia Alami Lonjakan 216% pada Triwulan III-2017

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 25 Oktober 2017 - 18:47 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membukukan laba bersih US$61,9 juta sepanjang Juli-September 2017, melonjak 216,1% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar US$19,58 juta.

Sementara itu, pendapatan usaha perseroan tumbuh 11,2% menjadi US$1,225 miliar pada triwulan ketiga 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar US$1,101 miliar.

“Pertumbuhan itu didukung oleh peningkatan kinerja perseroan diseluruh aspek, yakni keuangan, operasional, maupun layanan sejalan dengan penerapan strategi ‘Five Quick Wins’,” ujar Dirut Garuda Indonesia Pahala N. Mansury, pada paparan publik di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

 ‘Five Quick Wins’ adalah strategi bisnis Garuda Indonesia di bidang Fleet Cost Optimization, Service Level Improvement, Routes Optimization, Channel Optimization with Focus on Digital to become IT-Based Airline dan Enhance Revenues Management System.

“Berbagai upaya yang kami lakukan mulai menunjukkan yang signifikan. Itu terlihat dari pertumbuhan positif yang dicapai, terutama kinerja rute internasional, dingkat utilisasi pesawat dan kontribusi pendapatan dari platform e-commerce,” papar Pahala.

Sementara itu, pendapatan usaha GIAA pada periode Januari-September 2017 tercatat sebesar US$3,111 miliar, naik 8,6% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar US$2,865 miliar.

Kenaikan pendapatan usaha itu didukung oleh pertumbuhan kinerja operasional perseroan di pasar internasional. Per September 2017, Garuda mengangkut 3,7 juta penumpang, atau naik 12,8% dibandingkan per September 2016 sebanyak 3,3 juta penumpang.

Kenaikan itu juga ditopang oleh peningkatan kontribusi pendapatan yang berasal dari platform digital perseroan sebesar US$450,6 juta per September 2017, naik 7,6% dibanding periode yang sama 2016.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan jumlah download Mobile Apps Garuda Indonesia sebanyak 698.000 unduhan di sepanjang 9 bulan pertama 2017. Karena itu, sejak pertama kali diluncurkan hingga kini, total unduhan aplikasi tersebut telah mencapai 2 juta unduhan.

Sementara itu, laba yang diperoleh pada triwulan ketiga tahun ini berhasil mengurangi kerugian bersih perseroan menjadi tinggal US$76,1 juta per September 2017 dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar US$137,9 juta. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →