BEI Targetkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Rp9 Triliun pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 25 Oktober 2017 - 17:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan sebesar Rp9 triliun pada 2018. Target sebesar ditetapkan itu seiring dengan upaya BEI untuk meningkatkan kemampuan mobilisasi dana dan likuiditas pasar modal ke depan.

“Sembilan triliun itu baru asumsi kita lho, mudah-mudahan dapat terwujud. Kami optimis dapat terwujud karena didasarkan oleh optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia,” papar Tito Sulistio, Direktur Utama BEI di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Tito mengemukakan, optimisme manajemen BEI juga didasarkan oleh kenaikan peringkat investasi menjadi investment grade rating yang ditetapkan oleh lembaga pemeringkat internasional, Standard and Poor’s (S&P).

“Asumsi tersebut juga ditetapkan berdasarkan optimisme terhadap potensi peningkatan jumlah investor baru dan peningkatan kegiatan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS),” ujar Tito.

Disamping itu, demikian Tito, optimalisasi produk-produk bursa, seperti LQ45 Futures dan Indonesia Government Bond Futures, serta dimulainya pengoperasian PT Pendanaan Efek Indonesia juga mempengaruhi asumsi tersebut pada 2018 mendatang.

Tito menuturkan, BEI akan melaksanakan serangkaian inisiatif untuk meningkatkan mobilisasi dana dengan mempertimbangkan beberapa asumsi indikator makroekonomi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2018.

“Berbagai inisiatif bursa tersebut telah disepakati dan disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada hari ini,” tukas Tito.

Sementara itu, BEI mengasumsikan indikator makroekonomi 2018, yaitu pertumbuhan ekonomi 2018 yang diprediksi sebesar 5,4%, dengan laju inflasi antara 2,5-4,5%. Suku bunga acuan Bank Indonesia, 7-day (Reverse) Repo Rate, diperkirakan sebesar 4,25%.

Adapun rata-rata kurs rupiah terhadap dolar AS pada 2018 diperkirakan sekitar Rp13.400. Itu dipengaruhi oleh sentimen positif seiring dengan peningkatan investasi domestik dan luar negeri yang akan memperbaiki neraca pembayaran. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →