Meski Merugi, Dirut Garuda Sebut Tren Pendapatan Sudah Meningkat

Oleh : Ridwan | Rabu, 25 Oktober 2017 - 16:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tangerang-Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan, tren pendapatan Garuda Indonesia saat ini mengalami perbaikan.

"Triwulan pertama kita rugi USD 99 juta, triwulan kedua kalau kita keluarkan pengaruh tax amnesty dan legal, kita masih rugi USD 38 juta. Sedangkan triwulan ketiga, kita untung USD 60 juta," ujar Pahala kepada INDUSTRY.co.id di Tangerang (25/10/2017).

Ia menambahkan, kalau kita lihat dari sisi tersebut ada segi perbaikan pendapatan yang kita bukukan. "Yang perlu kita perhatikan adalah kondisi operating revenue, apakah ada perbaikan atau bagaimana," tambahnya.

PT Garuda Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 61,9 juta pada triwulan ketiga tahun 2017. Angka tersebut naik 216,1 persen jika dibandingkan denga  triwulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Year-on-year (yoy) laba kita meningkat lebih dari 3 kali jika dibanding periode yang sama di tahun lalu," terang Pahala.

Disisi lain, perusahaan juga mencatat kenaikan operating revenues sebesar 11,2 persen, dari USD 1,101 miliar pada Q3-2016 menjadi USD 1,225 miliar pada Q3-2017.

"Pertumbuhan positif ini tak luput dari peningkatan kinerja perusahaan diseluruh aspek, mulai dari finansial, operasional, mauoun layanan sejalan dengan penerapan strategi '5 Quick Wins'," terang Dirut Garuda.

Secara year to date, Garuda Indonesia membukukan operating revenues sebesar USD 3,111 miliar di sembilan bulan terakhir tahun 2017. Selain itu, Garuda Indonesia juga berhasil menekan rugi bersih menjadi USD 76,1 juta hingga sembilan bulan terakhir tahin 2017.

Lebih lanjut, Pahala mengungkapkan, upaya yang kita lakukan mulai menunjukan hasil yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan positif yang kita capai.

"Tren kita menunjukkan adanya perbaikan yang cukup baik dan saat ini kita juga sudah punya arah yang cukup baik pula," tutup Dirut Garuda.