PNP2TKI Catat Kiriman Uang TKI Rp148 Triliun

Oleh : Ridwan | Rabu, 25 Oktober 2017 - 16:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Surabaya- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat remitansi atau kiriman uang dari TKI yang bekerja di luar negeri sampai saat ini mencapai Rp148 triliun.

"Dalam setahun ini, dana remitansi dari TKI ke dalam negeri mencapai 10,6 miliar dolar AS atau jika kurs per dolarnya Rp13.300 maka setara dengan Rp148 triliun," ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di sela kunjungan kerjanya di Surabaya, Rabu (25/10/2017)

Pada kesempatan tersebut, ia menghadiri peluncuran Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (PTSP-P2TKI) di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Jalan Bendul Merisi Surabaya.

Besarnya dana remitansi, kata dia, menjadikan pekerjaan rumah bagi BNP2TKI maupun Dinas Tenaga Kerja di daerah agar mampu membuat uangnya menjadi produktif.

"Tugas BNP2TKI dan Disnaker sama-sama bagaimana membuat uang itu menjadi uang produktif, tidak untuk menikah lagi, tidak habis untuk membeli motor, menyewa musik dangdut dan sebagainya," kata politikus Golkar tersebut.

Mantan anggota DPR RI itu menyarankan agar dana bisa dimanfaatkan untuk pelatihan kewirausahaan keluarga, literasi serta pendidikan mengelola keuangan untuk keluarga sehingga bermanfaat dan tidak terkesan dihambur-hamburkan dan berkontribusi positif.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →