BEI Cetak Rekor Baru Kapitalisasi Pasar Sebesar Rp6.602 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 23 Oktober 2017 - 17:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menembus rekor baru di posisi Rp6.602,76 triliun pada Senin (23/10/2017). Itu terjadi di awal perdagangan saham hari ini.

Tadi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di posisi 5.946,15 atau naik 0,28% dibanding pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di posisi 5.929,54.

“Bahkan, IHSG tadi pagi sempat menguat ke posisi 5.956,58 sebelum melanjutkan pergerakannya di sepanjang perdagangan hari ini,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Komunikasi BEI, di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017) petang.
.
Sore ini, IHSG ditutup meningkat 0,35% atau 20 poin ke posisi 5.950 dibandingkan posisi pada sesi penutupan pada akhir pekan lalu di level 5.930.

Pada akhir pekan lalu, IHSG di sepanjang periode 16-20 Oktober 2017 ditutup naik 0,09% ke posisi 5.930 dibanidingkan level 5.920 di akhir pekan sebelumnya.

Kenaikan IHSG itu diikuti oleh peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 0,12% menjadi Rp6.518,07 triliun pada akhir pekan lalu dibandingkan sebesar Rp6.509,77 triliun di akhir pekan sebelumnya.

Pada pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 33,33% menjadi Rp9,28 triliun dari Rp6,96 triliun pada sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga naik 12,26% menjadi 10,25 miliar unit saham dari 9,13 miliar unit saham di pekan sebelumnya.

Demikian pula, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan lalu tercatat sebesar 329.470 kali transaksi, naik 14,33% dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar 288.150 kali transaksi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →