Jelang IHSG Jenuh Beli, Pergerakan Harga Tiga Saham BUMN ini Patut Dicermati

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 23 Oktober 2017 - 08:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, menyarankan untuk mencermati pergerakan harga saham-saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Pasalnya, pergerakan IHSG hari ini tampaknya mendekati posisi jenuh beli. Kondisi itu harus disikapi oleh pelaku pasar dengan melakukan aksi ambil untung dan segera mengambil posisi beli ketika terjadi koreksi,” papar Yuganur di Jakarta, Senin (23/10/2017).

Yuganur menuturkan, jika harga saham yang dipegang sudah menembus target harga yang diinginkan sebelumnya, pelaku pasar dapat segera merealisasikan keuntungan tanpa harus menunggu kenaikan lanjutan.

Menurut Yuganur, BMRI berpotensi menyentuh kisaran harga Rp7.050-6.950 per unit. Ketika berada di kisaran harga tersebut, pelaku pasar dapat mengakumulasi BMRI. Pasalnya, harga saham bank BUMN itu berpotensi menembus harga Rp7.550 per unit.

“Akan tetapi, jika harganya terus anjlok ke posisi Rp6.850 per unit, para pelaku pasar disarankan untuk melepas kembali BMRI ke pasar untuk mengurangi kerugian lebih lanjut,” tukas Yuganur.

Sementara itu, demikian Yuganur, harga PTBA dan JSMR masing-masing ditargetkan di harga Rp12.000 dan Rp6.750 per unit. PTBA dapat dikoleksi ketika harganya berkisar Rp10.875-10.775 per unit dan JSMR boleh dibeli di kisaran Rp6.250-6.150 per unit.

“Meski demikian, jika harga PTBA dan JSMR masing-masing menembus posisi harga Rp10.675 dan Rp6.050, maka pelaku pasar disarankan untuk menjual kedua saham itu untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →