Gapmmi Nilai Masih Banyak Peraturan Impor yang Belum Jelas

Oleh : Ridwan | Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman menilai impor bahan baku untuk industri makanan dan minuman (mamin) masih stabil.

"Untuk gula, garam sementara stoknya masih cukup," kata Adhi saat ditemui INDUSTRY.co.id di Jakarta (18/10/2017).

Namun, Adhi melihat masih ada permasalahan dari segi peraturan-peraturan impor yang masih belum jelas terutama tentang gula, garam, bahan baku susu, bahan baku yang berasal dari hewan, serta holtikultura.

"Ada peraturan yang masih memberatkan, walaupun begitu kita tetap mesti ikuti," terang Adhi.

Lebih lanjut, Adhi menjelaskan, Gapmmi sudah mengusulkan agar bahan baku lebih diperlancar dan difasilitasi. Menurut Adhi, kalau bahan baku lancar akan menjadikan nilai tambah tersendiri, sehingga kita bisa lebih cepat berinovasi dan lebih cepat untuk meningkatkan nilai ekspor.

"Saat ini sedang falam pembahasan. Saya berharap pemerintah melihat ini sebagai suatu kekuatan khususnya bahan baku. Kalau barang jadi kita sepakat perlu dikendalikan untuk ekspornya," tegasnya.

Saat ditanya mengenai investasi, Adhi menjelaskan, saat ini investasi terus masuk ke Indonesia. Berdasarkan catatan Gapmmi pertumbuhan investasi sampai semester pertama tahun 2017 mencapai 36 persen.

"Mereka lebih banyak investasi di sektor hilirnya. Sedangkan di sektor hulu masih menjadi tantangan buat kami," tutur Adhi.

Disisi lain, Adhi optimis pertumbuhan di tahun deoan masih cukup reakistis meskioun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun depan itu adalah tahun politik, saya berharap pertumbuhan industri mamin bisa mencapai 7 persen. Kalau pertumbuhan  2017 ini perkiraan saya 6 persen lebih sampai akhir tahun, karena tahun ini benar-benar jelek," ucap Adhi.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →