Rehat Tengah Hari, IHSG Tersungkur ke Posisi 5.932

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memasuki area jenuh beli sehingga berpotensi mengalami penurunan kembali.

Pada rehat tengah hari Selasa (17/10/2017) ini, IHSG ditutup turun 0,3% atau 18 poin ke posisi 5.932 dibandingkan pada penutupan perdaganan sehari sebelumnya di level 5.949. IHSG bergerak pada kisaran 5.926-5.961 pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Penurunan indeks disebabkan oleh penurunan harga 335 saham. Ada pula 151 saham mengalami kenaikan harga, 121 saham stagnan dan 176 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp3,5 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,8 juta unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih senilai Rp338 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 40 juta unit.

Delapan dari 10 indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 2,62% atau 36,81 poin ke posisi 1.370 per unit. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor pertanian yang masing-masing mengalami penyusutan 1,25% dan 0,48%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Astra International Indonesia Tbk (ASII) yang harganya turun 3% atau Rp250 menjadi Rp8.125 per unit, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang harganya tergerus 2,8% atau Rp60 menjadi Rp2.110 per unit dan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya susut 2,3% atau Rp3 menjadi Rp125 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang harganya naik 8% atau Rp45 menjadi Rp610 per unit, saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya terangkat 2,5% atau Rp10 menjadi Rp404 per unit dan saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang harganya meningkat 2% atau Rp125 menjadi Rp6.225 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →