Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Lanjutkan Kenaikan Jangka Pendek

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 17 Oktober 2017 - 08:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal melanjutkan kenaikan jangka pendek pada perdagangan Selasa (17/10/2017) ini sebelum memasuki kawasan jenuh beli setelah kemarin masih mempertahankan kenaikannya.

“Kendati IHSG sering dilanda aksi jual dan mencoba menekan ke bawah 5.940, tetapi aksi beli saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan masih dapat menahan IHSG di atas level 5.890,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia.

Yuganur mengemukakan, kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu penguatan IHSG lebih lanjut ke atas level 5.967.

“Jika kita amati indikator stochastic harian, IHSG masih memiliki ruang untuk menguat sebelum masuk ke area jenuh beli sehingga titik resistensi barunya bakal berada di kisaran 6.070-6.100,” tutur Yuganur di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Dengan adanya peluang kenaikan lanjutan tersebut, demikian Yuganur, pelaku pasar disarankan untuk memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi berbagai saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan.

Untuk hari ini, Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Yuganur mengungkapkan, CTRA dan INDF dapat diakumulasi di kisaran harga Rp1.155-1.135 per unit dan Rp8.250-8.175 per unit. Harga CTRA berpotensi mencapai kisaran Rp1.195-1.260 per unit dan INDF diprediksi bakal mencapai rentang harga Rp8.700-8.950 per unit.

“Akan tetapi jika harga CTRA mencapai Rp1.095 per unit dan INDF sebesar Rp8.075 per unit, maka pelaku pasar disarankan untuk cu-loss untuk menghindari kerugian lebih lanjut,” kata Yuganur.

Yuganur menjelaskan, ANTM dan ADHI boleh dikoleksi di kisaran harga masing-masing Rp650-640 per unit dan Rp2.060-1.980 per unit. Tetapi jika ANTM mencapai harga Rp620 per unit dan ADHI berada di posisi Rp1.890 per unit, maka pelaku pasar disarankan untuk cut loss.

“Kedepan, harga ANTM ditargetkan mencapai kisaran Rp700-765 per unit dan ADHI hingga beraa di kisaran Rp2.230-2.420 per unit,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →