MEDC Direkomendasikan BELI di Posisi Harga Rp1.125

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 11 Oktober 2017 - 08:31 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Arandi Ariantara, analis PT Samuel Sekuritas, merekomendasikan BELI terhadap saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada harga sebesar Rp1.125 per unit. Pasalnya, produsen migas tersebut diperkirakan masih mampu mencatat kinerja yang memuaskan hingga akhir tahun ini.

Perusahaan milik Arifin Panigoro tersebut berhasil membukukan kinerja yang memuaskan sepanjang paruh pertama 2017. Tren kinerja yang sama diperkirakan masih mampu dicapai perseroan hingga akhir tahun 2017.

Arandi berpendapat, kinerja yang memuaskan tersebut ditopang oleh peningkatan produksi minyak mentah perseroan. Pada semester pertama 2017, produksi minyak Medco meningkat kendati banyak pihak yang mencemaskan fluktuasi harga minyak mentah dunia.

“Banyak yang mencemaskan, fluktuasi harga itu bakal mempengaruhi kinerja Medco, tetapi hal itu tidak akan banyak berpengaruh. Pasalnya, sekitar 60% komposisi pendapatan Medco berasal dari gas yang mampu mengamankan kinerja perusahaan kedepan,” tutur Arandi.

Pada paruh pertama tahun ini, volume produksi minyak Medco mengalami lonjakan 40% menjadi 89,9 juta barel per hari dan volume produksi gas melesat 47% menjadi 291 juta kaki kubik per hari.

“Dengan pencapaian tersebut, maka target produksi minyak Medco pada 2017 sebesar 90,4 juta barel per hari diperkirakan dapat tercapai. Peningkatan volume produksi tersebut juga diprediksi bakal berlanjut hingga 2018,” imbuh Arandi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →