Topang Kinerja Ke depan, Multi Indocitra Kembangkan e-Commerce

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 09 Oktober 2017 - 12:28 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Multi Indocitra Tbk (MICE), emiten BEI yang berbisnis di sektor distribusi alat kesehatan, kosmetik dan produk bayi, berencana mengembangkan e-commerce melalui bisnis ritel online sebagai salah satu wujud ekspansi usahanya.

Namun demikian, Ali Arifin, Corporate Secretary MICE, enggan merinci berbagai rencana bisnis e-commerce yang akan dilakukan perseroan tersebut dalam waktu dekat ini.

Seperti diketahui, perseroan pada 2016 telah meluncurkan situs e-commerce sendiri, yakni Babyworld.co.id. Perseroan hingga kini juga terus-menerus memperluas jaringan di situs e-commerce yang sudah ada.

Melalui business to customer (B2C), perseroan menjajakan berbagai produknya di Lazada, Blibli, Bhinneka, Alfaonline, Dinomarket, Sukamart, Seraya, Asibayi, Bilna, dan Tororo.

Disamping itu, perseroan juga memperluas jaringan pemasaran ke berbagai marketplace, yaitu Bukalapak, MatahariMall, Elevenia, Tokopedia, Happyfresh, Ensogo, Shopee, Qoo10, serta situs iklan baris OLX.

Ali hanya menuturkan, perseroan melalui anak usahanya, PT Multielok Cosmetic telah melakukan divestasi sebagian kepemilikan sahamnya di Pigeon Indonesia kepada Pigeon Singapore Pte Ltd. bernilai US$ 8,8 juta (Rp117,26 miliar).

“Dana hasil divestasi saham tersebut akan digunakan untuk melunasi utang dan membiayai pengembangan bisnis perseroan, terutama bisnis e-commerce,” ujar Ali di Jakarta, Senin (09/10/2017).

Per Juni 2017, utang usaha perseroan naik 17% menjadi Rp20 miliar. Sementara itu, utang bank jangka pendek turun 14% dari Rp 137 miliar menjadi Rp 117 miliar.

Kedepan, perseroan juga akan mengandalkan anak usahanya, PT Sinergi Multi Distrindo (SMD), dalam pengembangan bisnis distribusi berbagai produk konsumer. Anak usaha tersebut mulai beroperasi pada September 2017.

“Dengan demikian, SMD tidak hanya memasarkan dan menjual produk Pigeon saja, tetapi berbagai produk yang berasal dari prinsipal lainnya,” ujar Ali. Untuk hal ini, Ali juga tidak mau menyebutkan secara rinci produk-produk yang akan ditangani SMD.

Modal dasar SMD yang tercatat sebesar Rp10 miliar berasal dari alokasi anggaran belanja barang modal (capital expenditure/capex) MICE. Menurut akta pendiriannya, modal ditempatkan sebesar Rp10 miliar, sedangkan modal disetor sebesar Rp2,5 miliar.

Komposisi pemegang saham SMD adalah sebesar 99,999996% dikuasai oleh MICE dan sisanya sebesar 0,000004% dimiliki oleh Anthony Honoris.

Dengan pengoperasian SMD tersebut, demikian Ali, maka manajemen MICE menargetkan pertumbuhan antara 5-10% untuk bisnis perdagangan di dalam negeri. MICE juga akan memperkuat distribusi produk-produk yang berkontribusi besar terhadap nilai penjualan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →