PUPS PP Presisi Targetkan Dana Rp3 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:09 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) PT PP Presisi, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PTPP), ditargetkan meraih dana sekitar Rp2-3 triliun. Dalam PUPS itu, manajemen menawarkan sekitar 35% saham PT PP Presisi kepada publik.

“Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja dan investasi PT PP Presisi,” ujar Tumiyana, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) di Jakarta, Jumat (06/10/2017).

Rinciannya, menurut Tumiyana, dana hasil PUPS itu akan digunakan untuk membiayai investasi dan memberikan permodalan pada setiap lini bisnis perseron, namun bukan dialokasikan untuk pelunasan kewajiban.

Langkah tersebut dilakukan karena perseroan akan memusatkan perhatiannya terhadap konsolidasi pipleline bisnis perseroan. Pasalnya, PT PP Presisi ini tengah disiapkan untuk menjadi integrated construction solution company.

Tumiyana mengemukakan, manajemen PT PP Presisi saat ini melakukan tur keliling (roadshow) untuk menawarkan saham perseroan kepada berbagai investor regional di Hong Kong, Singapura dan Malaysia hingga 15 Oktober 2017.

Rencananya, demikian Tumiyana, perseroan akan menunjuk empat perusahaan sekuritas yang akan bertindak sebagai underwriter pada PUPS tersebut, yaitu Danareksa Sekuritas, CIMB Securities, Bahana Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →